Kapolri: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional Makin Optimal

    Kapolri: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional Makin Optimal

    JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambut baik penandatanganan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura.

    Menurut Sigit, dari segi penegakan hukum adanya perjanjian kedua negara tersebut diyakini akan mengoptimalkan penegakan hukum serta pemberantasan kejahatan lintas negara atau transnasional. 

    "Polri sebagai lembaga penegak hukum tentunya menyambut baik perjanjian ekstradisi tersebut, " kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/1).

    Mantan Kapolda Banten ini menjelaskan, di tengah perkembangan zaman dewasa ini, yang dimana hal itu juga akan adanya potensi tantangan dari segi modus kejahatan yang terus berkembang. Di era digital, kata Sigit, pelaku kejahatan juga sudah mulai memanfaatkan perkembangan teknologi. 

    Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, Sigit menyatakan, pelaku kejahatan bisa bergerak tanpa melihat batas negara. Sehingga, Ia menyebut, diperlukan adanya kerjasama dan sinergitas antar-negara dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional. 

    "Dalam proses penegakan hukum, hal itu akan semakin mengoptimalkan pencegahan serta pengungkapan kasus kejahatan transnasional kedepannya, " ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

    Sigit menekankan, perjanjian ekstradisi Indonesia dan Singapura juga menjawab tantangan dari perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah dengan cepat dan tidak menentu. Sehingga, hal itu berpotensi akan berdampak terhadap stabilitas keamanan. 

    Dengan adanya perjanjian ekstradisi itu, Sigit menekankan, hal itu juga akan meningkatkan peran dari kepolisian dalam rangka penegakan hukum di kasus tindak pidana korupsi, pencucian uang, suap, perbankan, narkotika, hingga terorisme dan yang lainnya. 

    "Semangat perjanjian ekstradisi tersebut sejalan dengan komitmen Polri dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum di Indonesia. Serta mencegah adanya gangguan stabilitas keamanan, " ucap Sigit.

    Sebagai contoh nyata, Sigit memaparkan, saat ini, Polri saat ini sedang membentuk Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas). Selain pencegahan, Kortas itu nantinya akan memperkuat kerjasama hubungan internasional hingga tracing recovery asset. 

    Dalam hal ini, Sigit mengingatkan soal cita-cita dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pemberantasan korupsi memerlukan upaya fundamental dan lebih komprehensif. Dengan pencegahan sebagai langkah fundamental, lanjut Sigit, kepentingan rakyat terselamatkan dan korupsi dapat dicegah. 

    "Dengan adanya upaya pencegahan tindak pidana korupsi hal itu menghindari terjadinya kerugian negara. Selain itu, untuk pemulihan kerugian negara yang diakibatkan dari praktik korupsi, maka akan dilakukan tracing dan  recovery asset, " tutur Sigit.

    Lebih dalam, Sigit mengungkapkan bahwa, terkait penanganan tindak pidana korupsi, di tahun 2021 nilai kerugian negara menurun 6, 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, keuangan negara yang berhasil diselamatkan Polri meningkat 18, 5 persen. 

    Disisi lain, Sigit menyampaikan, di sepanjang tahun 2021, Polri telah berhasil menyelesaikan 2.601 kasus kejahatan transnasional atau setara dengan 52 persen dalam penyelesaian perkara. Angka itu di luar dari tindak pidana narkoba. 

    Dalam hal ini, jumlah kejahatan transnasional yang dilaporkan pada tahun 2021 sebesar 5.000 kasus. Angka itu menurun 698 kasus atau 12, 2 persen dibandingkan tahun 2020. Kemudian, penyelesaian perkara sebesar 2.601 kasus. 

    Yang dimana hal itu meningkat 630 kasus atau 31, 9 persen. Adapun, kejahatan transnasional yang paling banyak terungkap adalah terkait siber, pencucian uang, perbankan dan uang palsu.*** (Anton AS)

    Jakarta
    Anton atong sugandhi

    Anton atong sugandhi

    Artikel Sebelumnya

    MK Putuskan Polisi Berhentikan Periksa Indentitas...

    Artikel Berikutnya

    Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Eksportir...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 337

    Postingan Tahun ini: 1472

    Registered: May 24, 2021

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Postingan Bulan ini: 327

    Postingan Tahun ini: 2020

    Registered: Jul 16, 2020

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 598

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 173

    Postingan Tahun ini: 279

    Registered: Mar 10, 2022

    Profle

    Narsono Son

    Tingkatkan Kesadaran Terhadap Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Jateng Lakukan Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah
    Lapas Pasir Putih Ikuti Rapat Koordinasi Rencana Kerja Jajaran Kamtib Se-Nusakambangan
    Sinergi Dandim 1002/HST Dan Kapolres HST Patroli Gabungan Amankan Malam Lebaran 1443 H
    Pansus DPRD Kabupaten Dogiyai  Tanggapi Pernyataan Kapolda Papua

    Follow Us

    Recommended Posts

    Yaya Ansori: Tinjau Korban Rumah Roboh Sekaligus Berikan Bantuan
    Terkait Minyak Goreng, Dandim Surabaya Utara Lakukan Inspeksi Pasar Baba'an
    Pandemi Belum Berakhir, Babinsa Terus Berikan Imbauan dan Edukasi Terkait Prokes
    YKK.AP Indonesia Luncurkan Program CSR FY2021 -2022 di Stadion Mini Kresek
    Babinsa Madat Dampingi Petani Panen Tanaman Jahe